CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

30 Maret 2009

18. Info Ilmiah 2002 tentang Waktu

Beberapa nomor Scientific American terbitan tahun 2002 memberi uraian ilmiah tentang waktu. Kami meringkaskan uraian itu untuk Anda.

Apa Itu Waktu?

Waktu itu uang. Waktu diukur dan dihargai terus-menerus; hasilnya, waktu mendorong pertumbuhan ekonomi yang dibangun atas dasar terabyte dan gigabyte per detik. Terjadi komodifikasi waktu.. Ini beberapa dari sekian ciri waktu.

Sinkronisitas lewat Internet

Tapi waktu punya unsur lain: kronologi dan sinkronisitas. Kronologi berarti pengaturan peristiwa-peristiwa sesuai tanggal atau waktu kejadian. Tahun 2008 mendahului tahun 2009, Desember adalah bulan terakhir sementara Januari adalah bulan pertama kalender internasional, minggu pertama mendahului minggu keempat atau kelima dalam satu bulan, hari Kamis adalah hari sesudah Rabu, dan jam enam pagi mendahului jam dua belas siang adalah beberapa contoh kronologi. Waktu dibayangkan sebagai mengikuti suatu garis linear. Sementara itu, sinkronisitas berarti kejadian serempak dari perisitwa-peristiwa yang tampak berkaitan dan bermakna tapi yang tidak mempunyai hubungan sebab-akibat yang bisa ditemukan. Anita yang sudah tidak bertemu kembali dengan kakak perempuannya, Suzanna, selama tiga puluh tahun terakhir tiba-tiba rindu bertemu kembali dengan kakaknya. Tiba-tiba, tanpa Anita mengirimkan surat atau sms atau hp sebelumnya kepada kakaknya tentang kerinduannya, Suzanna datang ke rumahnya. Apa yang Anita dan Suzanna alami adalah suatu contoh dari sinkronisitas. Waktu bersifat ada bersama-sama, serempak.

Kronologi menjadi sinkronisitas

Di abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang tengah kita jalani, Internet mengubah kronologi menjadi sinkronisitas. Dalam waktu digital Internet, segala sesuatu terjadi di mana-mana sekaligus. Para pengguna komputer yang saling terhubungkan bisa menyaksikan update suatu halaman Web pada saat yang sama di New York atau Jakarta.

t300545a

Topologi Internet. Jaringan Internet diciptakan dengan menghubungkan satu komputer individual dengan komputer individual yang lain. Ini mengakibatkan Internet membentuk serangkaian jaringan kerja yang saling terkait. Sinkronisitas waktu tercipta melalui jaringan kerja seperti ini.

Pada intinya, waktu dalam arti sinkronisitas sudah mengungguli ruang. Karena menyadari tren ini, Swatch, sebuah perusahaan pembuat jam di Swis, mencoba menghilangkan batas waktu yang memisahkan satu tempat dengan yang lain. Perusahaan ini menciptakan suatu standar pencatatan waktu Internet yang menghilangkan zona waktu. Caranya? Swatch membagi satu hari menjadi 1.000 bagian yang sama di mana pun di bumi, dengan meridian di Biel, lokasi markas besar Swatch di Swis..

Jam Internet digital itu masih berderap pada halaman Web dan di kantor perusahaan Swatch di Biel. Tapi prospeknya untuk diterima sebagai waktu standar universal belum begitu berhasil.

Meskipun demikian, dunia yang terhubungkan melalui kabel Internet memang melenyapkan halangan waktu. Prestasi ini bergantung pada suatu kemampuan yang tetap maju untuk mengukur waktu lebih tepat.

Jam-jam atomik dan detik yang diperkecil

Bukan cuma Internet yang menghasilkan penguasaan ruang oleh waktu. Waktu diukur lebih cermat daripada hal-hal fisikal yang lain. Dengan cara demikian, waktu yang lewat disusun untuk memperkirakan dimensi spasial. Masa kini para pembuat waktu standar mengukur panjangnya meteran yang sangat dihormati melalui jarak yang ditempuh cahaya dalam suatu ruang kosong dalam hitungan 1/299,792,458 dari satu detik.

00012d47

Jam atomik di AS. Pada tanggal 29 Desember 1999, Lembaga Nasional dari Standar dan Teknologi mengumumkan NIST-1, jam paling cermat di dunia. Ini suatu jam atomik yang begitu cermat sehingga ia bisa berfungsi selama hampir 20 juta tahun tahun menambah atau mengurangi satu detik!

Jam-jam atomik yang dipakai untuk membuat pengukuran tadi memainkan peranan juga dalam menilai lokasi. Dalam beberapa jam itu, frekuensi resonan dari atom-atom sesium tetap stabil secara mengherankan, dan menjadi suatu bandul semu yang mampu mempertahankan ketepatan waktu mendekati detiknano, sepermiliar dari satu detik.

Kemajuan dalam ketepatan penetapan waktu terus berlanjut. Para periset terus maju dengan memperkecil hitungan detik.

Sebuah tim dari Perancis dan Belanda membuat suatu rekor kecepatan yang baru karena memperkecil detik. Mereka melaporkan dalam tahun 2001 bahwa suatu cahaya stroba laser sudah memancarkan pulsa-pulsa selama 250 detikato – yaitu seperdua ratus lima puluh miliar dari sepermiliar dari satu detik. Stroba itu satu hari bisa disesuaikan pemakaiannya pada sebuah kamera yang bisa menelusuri gerak elektron-elektron individual. Metode-metode penanggalan radiometrik yang mengukur bermeter-meter “waktu dalam” menunjukkan berapa sesungguhnya usia bumi.

Kemampuan untuk mengatasi waktu dan ruang tanpa bersusah-susah – entah melalui Internet atau dengan mengemudikan pesawat terbang yang dituntun GPS – memampukan kita melakukan hal-hal lebih cepat. Sesi-sesi konperensi dan buku-buku populer mengutak-atik gagasan tentang kapal-kapal kosmik paling mutakhir, suatu sarana bepergian ke depan atau ke belakang dalam waktu

Satuan Waktu yang Luar Biasa

Masa kini, rentang kronologis yang kita sadari sangat luas. Satuan waktu yang kita sadari itu berkisar antara satuan yang luar biasa singkat sampai dengan yang luar biasa panjang.

Satuan waktu yang sangat singkat

Satuan waktu yang luar biasa singkat mencakup detikatto, detikfemto, detikpito, detiknano, detikmikro, detikmili, sepersepuluh dari satu detik, dan satu detik. Tabel berikut menunjukkan durasi dan ciri-ciri lainnya.

SATUAN WAKTU PALING SINGKAT

Nama satuan

Durasi

Durasi

Satu detikatto

Sepermiliar dari sepermiliar dari satu detik

Detikatto dipakai para ilmuwan untuk mengukur peristiwa-peristiwa yang berlalu paling cepat dalam waktu. Satu detikatto jauh lebih cepat dari waktu Planck (sekitar 10-43 detik) yang dipercaya adalah durasi paling singkat yang mungkin ada.

Satu detikfemto

Seperjuta dari sepermiliar dari satu detik

Sebuah atom dalam sebuah molekul menyelesaikan suatu getaran tunggal dalam 10-100 detikfemto. Interaksi cahaya dengan pigmen dalam retina – proses yang memampukan kita melihat – berlangsung sekitar 200 detikfemto.

Satu detikpiko

Seperseribu dari sepermiliar dari satu detik

Transistor-transistor paling cepat beroperasi dalam hitungan detikpito. Usia rata-rata suatu ikatan hidrogen antara molekul-molekul air pada suhu kamar adalah tiga detikpiko.

Satu detiknano

Sepermiliar dari satu detik

Suatu berkas cahaya yang bersinar melalui suatu ruang hampa akan merambat sejauh hanya 30 sentimeter dalam satu detiknano. Mikroprosesor dalam sebuah komputer pribadi membutuhkan antara dua dan empat detiknano untuk menjalankan suatu perintah tunggal, seperti menambahkan dua bilangan.

Satu detikmikro

Seperjuta dari satu detik

Berkas cahaya yang sama sekarang akan merambat sejauh 300 meter, sekitar ukuran panjang tiga lapangan bola kaki, dalam satu detikmikro. Tapi suatu gelombang bunyi di permukaan laut akan menyebar hanya sepertiga dari satu milimeter dalam satu detikmikro. Cahaya sebuah stroboskopa komersial berkecepatan tinggi berlangsung sekitar satu detikmikro. Dibutuhkan 24 detikmikro bagi sebatang dinamit untuk meledak sesudah sumbunya menyala.

Satu detikmili

Seperseribu dari satu detik

Satu detikmili adalah waktu pajanan (exposure) paling singkat dalam suatu kamera yang khas. Seekor lalat rumah mengepakkan sayapnya setiap tiga detikmili, seekor lebah madu melakukan hal yang sama setiap lima detikmili. Bulan mengitari Bumi dua detikmili lebih lambat setiap tahun ketika orbitnya berangsur-angsur melebar. Dalam ilmu komputer, suatu selang waktu sebesar 10 detikmili disebut sebuah jiffy.

Satu sepersepuluh dari satu detik

Lamanya satu “kedipan mata.” Telinga manusia membutuhkan waktu sebanyak ini untuk membedakan suatu gaung dengan suatu bunyi asli. Dalam satu sepersepuluh dari satu detik, seekor humming bird bisa mengepakkan sayapnya tujuh kali. Dalam durasi yang sama, sebuah penala yang tingginadanya A di atas C tengah bergetar empat kali.

Satu detik

Satu denyut jantung yang sehat dari seseorang berlangsung sekitar satu detik. Dalam satu detik, Bumi mengitari matahari sejauh 30 kilometer, sementara matahari bergerak cepat sejauh 274 kilometer dalam perjalanan panjangnya melalui galaksi. Secara tradisional, detik adalah bagian ke-60 dari bagian ke-4 dari satu hari, tapi sains sudah memberikan suatu definisi yang lebih tepat: satu detik adalah durasi dari siklus 9.192.631.770 dari radiasi yang dihasilkan sebuah sesium atom 133.

Satu menit

Otak seorang bayi yang baru lahir bertumbuh dari satu sampai dengan dua miligram dalam satu menit. Jantung seorang perempuan pemberang berdenyut 1.000 kali dalam satu menit. Dalam waktu yang sama, seorang rata-rata bisa mengucapkan 150 kata atau membaca sekitar 250 kata.

Satu jam

Sel-sel perkembang-biakan biasanya membutuhkan satu jam untuk membelah dirinya menjadi dua.

Satu hari

Bagi manusia, barangkali inilah satuan waktu paling alami, durasi rotasi Bumi. Durasi ini kini ditetapkan pada 23 jam, 56 menit dan 4,1 detik. Rotasi planet kita terus-menerus melambat karena tarikan gravitasional dari bulan dan pengaruh-pengaruh lain. Jantung manusia berdetak sekitar 100.000 kali sehari.

Satuan waktu yang sangat panjang

Selain itu, satuan waktu di luar yang disebutkan tadi mulai dari satu tahun sampai dengan triliunan tahun. Dalam satu tahun, Bumi membuat satu putaran keliling matahari dan berpusing-pusing pada sumbunya sebanyak 365,26 kali. Sekitar satu tahun, arus permukaan samudera mengelilingi Bumi. Dalam satu abad, bulan surut dari Bumi sebanyak 3,8 meter. CD dan CD-ROM baku diperkirakan akan merosot mutunya dalam satu abad, tapi CD recordable paling maju bisa dipakai selama lebih dari 200 tahun. Dalam satu juta tahun, sebuah kapal ruang angkasa yang melaju pada kecepatan cahaya (sekitar 300.000 kilometer per detik) belum mencapai separuh perjalanannya menuju galaksi Andromeda (yang jauhnya dari Bumi 2.3 juta tahun-cahaya). Dalam waktu sekitar satu miliar tahun, Bumi yang baru terbentuk menjadi sejuk, samudera berkembang, kehidupan bersel tunggal lahir dan menimbulkan pertukaran karbon-dioksida – atmosfir awal yang kaya bagi suatu atmosfir yang kaya akan oksigen. Para ahli kosmologi percaya alam semesta kita yang berusia antara 12 miliar dan 14 miliar tahun barangkali akan tetap mengembang tanpa akhir sampai bintang terakhir mati (100 triliun tahun dari sekarang) dan lubang hitam terakhir menguap (10100 tahun dari sekarang), Masa depan kita terentang lebih jauh ke depan dibanding masa lampau kita. (Sumber: David Labrador, “From Instantaneous to Eternal” dalam Scientific American September 2002 halaman 3-39)

Jam Biologis

Jam biologis menghitung menit, bulan atau tahun dan menolong membuat otak dan tubuh kita bekerja sesuai jadwal. Dalam otak manusia, sebuah “stopwatch” bisa mencatat detik, menit dan jam.

Sebuah jam lain di otak manusia, yang lebih mirip sebuah jam daripada sebuah stopwatch, mensinkronkan banyak fungsi tubuh dengan siang dan malam. Jam yang sama diduga menimbulkan kekacauan afektif musiman, suatu penyakit tahunan berupa depresi yang menyerang beberapa orang di musim dingin dan bisa disembuhkan dengan terapi cahaya – atau dengan hanya tidur sampai matahari terbit. Sebuah jam molekuler yang mengendalikan berapa kali sebuah sel bisa membelah diri diduga membatasi usia panjang. Para ilmuwan yang meneliti batas usia manusia biasanya mencari penyebabnya pada tingkat seluler dan menemukan apa yang disebut “jam mitotik”. Ini adalah jam biologis yang mencatat mitosis, yaitu, pembelahan sel. Pembelahan sel adalah proses yang di dalamnya sebuah sel membelah dirinya menjadi dua. Kebanyakan sel dalam tubuh manusia membelah dirinya dengan sangat lambat. Akhirnya, sesudah mencapai usia 70 tahun atau di atasnya, pembelahan sel menurun. Dengan kata lain, yang diperhitungkan sel-sel bukan waktu kronologis melainkan jumlah pembelahan sel-sel.

Menurut suatu laporan penelitian 1997, telomer, sejenis DNA, yang dipersingkat tidak punya kaitan dengan usia tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap kali suatu sel membelah diri, banyak telomernya hilang. Tapi penelitian ini belum memadai untuk membuktikan bahwa ada hubungan antara hilangnya telomer dengan usia tua. Kebanyakan sel tidak perlu membelah diri untuk melakukan tugasnya. Sel-sel darah putih yang memerangi infeksi dan pendahulu-pendahulu sperma adalah kekecualian. Kebanyakan orang usia lanjut mati karena infeksi sederhana yang bisa dilawan tubuh yang muda. Selain itu, hilangnya telomer hanya satu dari sekian kerugian yang ditanggung sel-sel ketika membelah diri. DNA sering rusak ketika ia diperbanyak selama pembelahan sel. Jadi, sel-sel yang membelah dirinya banyak kali punya peluang menyimpan kesalahan genetik dibanding sel-sel muda. Gen-gen yang berhubungan dengan usia tua pada manusia sering mencegah atau memperbaiki kesalahan itu.

Pembelahan sel adalah suatu bisnis yang sangat berisiko. Barangkali tidak mengherankan tubuh menaruh penutup di ujung mitosis. Mengakali sel supaya tetap membelah diri tidak akan membuat orang hidup terus. Begitu proses pembelahan sel berakhir, tidak ada cara untuk mengulanginya lagi. Sumber: “Times of Our Lives” oleh Karen Wright dalam Scientific American September 2002 halaman 41-47)

Waktu yang Misterius

Dari masa lampau yang pasti sampai dengan masa kini yang nyata dan masa depan yang tidak pasti, waktu terasa seakan mengalir terus. Tapi itni sebuah ilusi. Kesadaran manusia bisa melibatkan proses-proses thermodinamika atau kuantum yang menimbulkan kesan tentang hidup dari momen ke momen.

Sejujur-jujurnya, baik ilmuwan maupun filsuf tidak tahu apa itu waktu dan mengapa waktu itu ada. Hal terbaik yang bisa mereka katakan adalah bahwa waktu terkait (tapi tidak sama dengan) ruang. Misalnya, orbit dwidimensional dari bulan melalui ruang bisa kita bayangkan sebagai sebuah pembuka sumbat botol tridimensional melalui ruang-waktu.

Dua pandangan tentang waktu

Ada dua pandangan tentang waktu. Yang pertama disebut pandangan konvensional. Menurut pandangan ini, hanya waktu sekarang yang nyata. Ketika jam berdetik, momen berlalu dan momen lain datang – suatu proses yang kita sebut aliran waktu. Bulan, misalnya, berada pada hanya satu posisi dalam orbitnya keliling Bumi. Kemudian, posisi itu berhenti dan bulan ditemukan pada posisi lain. Yang kedua disebut alam semesta blok. Menurut pandangan ini, semua waktu sama-sama nyata. Kita tidak bisa memutlakkan suatu momen sekarang sebagai yang khusus ketika setiap momen itu menganggap dirinya sendiri khusus. Secara obyektif, masa lampau, kini, dan depan sama-sama nyata. Semua kekalan disusun dalam sebuah blok caturdimensional yang terdiri dari waktu dan tiga dimensi spasial.

Kebanyakan fisikawan mengatakan aliran waktu tidak nyata. Tapi waktu sendiri nyata seperti ruang.

Asimetri waktu

Peristiwa-peristiwa di dunia membentuk urutan satu arah. Misalnya, sebuah telor ayam dijatuhkan di lantai akan pecah dan berantakan. Tapi kita belum pernah menyaksikan telor berantakan itu mengalami proses kebalikannya – menjadi utuh. Ini sebuah contoh dari hukum kedua thermodinamika: entropi dari suatu sistem tertutup – kurang lebih, seberapa kacaunya sistem itu – akan cenderung meningkat bersama dengan waktu. Sebuah telor ayam yang utuh punya entropi yang lebih rendah dari telor ayam yang pecah berantakan. Singkat kata, hukum thermodinamika kedua mengatakan alam berlimpah-limpah dengan proses-proses fisikal yang tidak bisa dibalikkan.

Karena itu, dalam hubungan dengan waktu, hukum tadi memainkan suatu peranan kunci dalam menanamkan pada dunia suatu asimetri yang nyata antara arah masa lampau dan depan sepanjang sumbu waktu. Istilah “panah waktu” mengacu pada suatu urutan satu arah, seperti entropi yang meningkat. Label “masa lampau” dan “masa depan” secara sah bisa diterapkan pada arah temporal, tapi pembicaraan tentang masa lampau itu dan masa depan itu tidak bermakna.

Kita lebih mengingat masa lampau daripada masa depan. Ini bukan suatu pengamatan tentang berlalunya waktu melainkan tentang asimetri waktu. Yang mencatat aliran waktu adalah seorang pengamat yang sadar. Sebuah jam mengukur durasi di antara peristiwa-peristiwa, tapi ia tidak mengukur “kecepatan” dari satu saat yang menyusul saat yang lain. Karena itu, tampaknya aliran waktu itu bukan obyektif melainkan subyektif.

Waktu menjadi suatu ilusi. Penyebab kita mengalami waktu sebagai ilusi harus dicari pada psikologi, neuropsikologi, dan barangkali pada linguistik atau kebudayaan.

Dua sisi simetri waktu

Ada dua sisi asimetri waktu yang bisa menimbulkan kesan palsu bahwa waktu mengalir. Yang pertama, thermodinamika yang membedakan antara masa lampau dan masa depan. Para fisikawan sudah menyadari bahwa konsep entropi berkaitan erat dengan isi informasi dari suatu sistem. Karena alasan ini, pembentukan ingatan adalah suatu proses satu arah – ingatan baru menambah informasi baru dan menaikkan entropi otak. Kita bisa menganggap kesatuarahan ini sebagai aliran waktu.

Yang kedua, persepsi kita tentang aliran waktu mungkin berhubungan dengan mekanika kuantum. Pada masa awal pembentukan mekanika kuantum, waktu memasuki teori ini secara unik. Peranan khusus waktu adalah suatu alasan mengapa sulit menggabungkan mekanika kuantum dengan relativitas umum menjadi suatu teori baru. Menurut asas ketakpastian Heisenberg, alam secara inheren tidak bisa dipastikan. Ini berarti masa depan dan masa lampau terbuka. Indeterminisme ini muncul jelas pada skala ukuran atomik. Skala ini menyatakan bahwa sifat-sifat yang bisa diamati yang mencirikan suatu sistem fisikal umumnya tidak ditentukan dari satu momen ke momen lain.

Misalnya, sebuah elektron yang menabrak sebuah atom bisa melambung jauh ke satu dari banyak arah. Biasanya tidak mungkin meramalkan sebelumnya hasil lambungan itu dalam kasus tertentu apa pun. Indeterminisme kuantum menyatakan ada banyak (mungkin bersifat ananta) masa depan alternatif atau realitas potensial. Mekanika kuantum menyediakan probabilitas relatif untuk setiap hasil yang bisa diamati meskipun teori ini tidak mengatakan masa depan potensial apa yang ditetapkan untuk menjadi kenyataan.

Tapi ketika seorang pengamat manusia membuat suatu pengukuran, hanya satu hasil saja yang mereka peroleh. Misalnya, pantulan balik elektron akan ditemukan bergerak ke suatu arah tertentu. Dalam tindakan mengukur, suatu realitas tunggal yang khusus terproyeksi dari sederetan yang sangat luas dari kemungkinan-kemungkinan. Di dalam akal budi pengamat, salah satu kemungkinan itu membuat suatu peralihan ke apa yang aktual, masa depan yang terbuka ke masa lampau yang pasti – yang tepatnya apa yang kita sebut aliran waktu.

Tidak ada kesepakatan di kalangan fisikawan tentang bagaimana transisi ini berlangsung dari banyak realitas potensial menjadi suatu aktualitas tunggal. Banyak fisikawan berargumentasi bahwa itu ada kaitannya dengan kesadaran pengamat. Tindakan pengamatlah yang membuat alam membuat keputusannya. Sedikit periset menegaskan bahwa kesadaran – termasuk kesan tentang aliran waktu – bisa dihubungkan dengan proses-proses kuantum dalam otak.

Akibat menyingkapkan misteri waktu

Apa jadinya kalau para ilmuwan mampu menyingkapkan misteri aliran waktu? Barangkali kita perlu lagi bertengkar tentang masa depan atau merasa sedih tentang masa lampau. Kekuatiran tentang maut bisa menjadi tidak relevan seperti kekuatiran tentang kelahiran. Harapan dan nostalgia bisa berhenti menjadi bagian dari kosakata manusia. Yang paling penting, perasaan tentang keadaan mendesak yang terbawa oleh kegiatan manusia bisa lenyap. (Sumber: “That Mysterious Flow” oleh Paul Davies dalam Scientific American September 2002 halaman 24-29).

Mesin Waktu

Bepergian ke depan dalam waktu cukup mudah. Kalau Anda bergerak mendekati kecepatan cahaya atau duduk dalam suatu medan gravitasional yang kuat, Anda akan mengalami waktu lebih lambat daripada yang dialami orang lain. Kalau waktu Anda lebih lambat daripada waktu mereka, ini cara lain untuk mengatakan bahwa Anda bepergian ke masa depan mereka.

Bepergian ke masa lampau agak lebih rumit. Teori relativitas mengizinkan Anda bepergian ke masa lampau dalam konfigurasi ruang-waktu tertentu: sebuah alam semesta yang berputar, sebuah silinder yang berputar dan, yang paling terkenal, sebuah lubang cacing – sebuah terowongan menembus ruang dan waktu.

Bioritme

Bagi kebanyakan dari kita, waktu tidak hanya nyata. Ia juga penguasa segala sesuatu yang kita lakukan. Kita adalah pengamat jam, entah karena kodrat atau karena pendidikan.

Perasaan khusus tentang kebingungan membedakan masalah lampau dan masa kini bisa dikaitkan dengan suatu realitas biologis dasar. Tubuh kita penuh jam yang hidup – jam yang mengatur bagaimana kita menghubungkan sebuah bola dengan sebuah tongkat pemukul, kapan kita merasa mengantuk dan barangkali kapan waktu kita habis. Jam hidup ini adalah bioritme dalam tubuh kita.

Bioritme ini sekarang mulai menyingkapkan dirinya pada para ahli biologi. Para ilmuwan makin mendekati kawasan otak yang menghasilkan kesadaran tentang waktu. Ini mencakup kesadaran kita tentang relativitas waktu. Waktu terbang berlalu ketika kita bersenang-senang tapi bergerak-lambat ketika kita duduk mendengarkan sebuah ceramah yang membosankan. Mereka juga mulai memahami hubungan antara berbagai jenis ingatan dan bagaimana peristiwa-peristiwa diatur dan diingat secara kronologis. Kajian-kajian tentang pasien-pasien penyakit saraf dengan berbagai bentuk amnesia, beberapa di antaranya kehilangan kemampuan untuk menilai secara cermat berlalunya jam, bulan dan bahkan banyak dasawarsa, tengah menolong menetapkan dengan tepat kawasan-kawasan otak yang terlibat dalam cara kita mengalami waktu.

Waktu dibutuhkan jiwa manusia

Urutan hal-hal dalam waktu bukan saja menetapkan tempat kita melainkan juga siapa diri kita. Jadi pada akhirnya, kita tidak peduli apakah waktu, dalam arti kosmologis, mempertahankan suatu kebenaran fisikal mendasar atau tidak, yaitu apakah ia suatu fantasi atau tidak. Kalau waktu suatu fantasi, ia fantasi yang padanya kita berpegang teguh. Rasa hormat kita yang dalam pada waktu sebagai dimensi keempat, pelengkap ketiga dimensi spasial, berkaitan banyak dengan suatu kebutuhan jiwa yang dalam untuk memegang tonggak-tonggak waktu yang bermakna yang bisa kita bagi bersama, seperti ulang tahun, Natal, Tahun Baru, Lebaran.

Demikian tulisan Gary Stix, seorang penyunting proyek khusus, dalam “Real Time” (halaman 20-23). Artikelnya diterbitkan Scientific American September 2002.

Riak-Riak dalam Ruang-Waktu

Teori relativitas Einstein meramalkan bahwa bencana-bencana alam yang keras seperti tabrakan-tabrakan lubang hitam akan menyebabkan jalinan ruang alam semesta sendiri bergetar. Meskipun teori ini sudah berisi ramalan ini, para ahli astronomi belum pernah mendeteksi gelombang-gelombang gravitasional secara langsung.

Sebelum mencapai bumi, riak-riak gravitasional itu demikian lemah sehingga mengidentifikasinya dari antara bunyi-bunyian yang mengelilinginya sangat sulit. Upaya identifikasi macam ini bisa dibandingkan dengan upaya menemukan sebutir pasir yang ditambahkan pada semua pantai di Long Island, New York.

Enam interferometer dengan presisi sangat tinggi sudah didirikan pada berbagai tempat di dunia untuk mendeteksi gelombang-gelombang gravitasional itu. Tiga di antaranya ada di Amerika Serikat dan berencana melakukan observasi-observasi ilmiah tentang sinyal-sinyal itu pada bulan Mei 2002. Tapi ketiganya masih berjuang untuk mencapai kepekaan deteksi yang diperlukan.

Ringkasan ini berasal dari artikel “Ripples in Spacetime” (Scientific American April 2002 halaman 49-57) tulisan W. Wayt Gibbs. Gibbs adalah penulis senior majalah Scientific American.

1 komentar:

To Visit My mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.